|
KARYA NYATA ANAK BANGSA (Desa Bagendit Garut: Profil Swadaya masyarakat dalam membangun lingkungan dan permukiman sehat ) 7 Juli 2004 Bagendit bukan saja danaunya yang mempesona dan menawan, namun ada yang tidak kalah menarik dan luput dari perhatian banyak orang yaitu kebiasaan masyarakat desa dalam menjaga budaya dan nilai-nilai agama., khususnya dalam menata lingkungan perumahan dan permukiman.
Melalui penerapan nilai-nilai luhur budaya yang sesuai dengan tuntunan agama,mereka telah berhasil melakukan sesuatu karya nyata bukan sekedar wacana dalam membangun rumah dan lingkungan sehat yang sederhana .Sungguh patut untuk diteladani.
PENGEMBANGAN AGROPOLITAN DI JAWA BARAT Dukungan KIMPRASWIL untuk pengembangan Agropolitan 7 Juli 2004 Salahsatu faktor penyebab kemiskinan dan ketertinggalan pembangunan selama ini adalah , terjadinya kecenderungan aliran bersih (transfer netto) sumberdaya dari wilayah perdesaan ke kawasan perkotaan secara besar-besaran dengan disertai derasnya proses (speed up processes) migrasi penduduk secara berlebihan dari wilayah perdesaan ke kawasan kota-kota besar.
Perpindahan inipun memberikan dampak diberbagai kota utama mengalami urbanisasi berlebihan (over-urbanization) dilain fihak desapun kehilangan tenaga-tenaga produktif yang seharusnya sebagai bagian dari mata rantai roda kehidupan dan roda ekonomi perdesaan.
PENATAAN RUANG JAWA BARAT , NIAT DAN KEARIFAN TABLOID PROSES : EDISI SEPTEMBER 2003 13 Oktober 2003 teori perencanaan selalu mengalami pergeseran sesuai dengan perubahan kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat. Secara sederhana teori perencanaan konvensional yang berorientasi pada tujuan peningkatan kesejahteraan ekonomi mengalami pergeseran yang mengacu pada paradigma baru pembangunan berkelanjutan. Esensi pembangunan berkelanjutan pada dasarnya menginternalisasikan aspek lingkungan ke dalam perencanaan kegiatan pembangunan .Namun apakah teori inipun kelak akanmenjadi kambing hitam seperti halnya teori-teori pembangunan dengan hasil yang kita warisi sekarang ? AIR BERSIH UNTUK PANTURA TABLOID PROSES :EDISI JULI 2003 13 Oktober 2003 Dampak kekeringan yang terjadi semakin memperparah kondisi kehidupan masyarakat pantura. Penyediaan air bersih relatif susah didapatkan, karena struktur geologi dan morfologi pantura menrupakan endapan lanau berpasir, endapan aluvium dengan kemiringan kurang dari 5 %. Potensi air bersih yang bersumber dari air tanah di wilayah pantura secara umum tidak layak minum, mengingat pantura merupakan zona infiltrasi air laut.
Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Jabar, Ir. H. Setia Hidayat mengemukakan bahwa di wilayah Pantura sedikitnya terdapat 5 juta masyarakat miskin yang rata-rata belum bisa menikmati air bersih. Jumlah masyarakat miskin di Jabar mencapai 9,5 juta jiwa yang tersebar di beberapa daerah. 50% dari jumlah tersebut berada di wilayah pantura.
|